Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) SEBAGAI MEDIA KULTUR Dunaliella salina
ABSTRAK
CERIANADA KHAIRUNNISA.
Efektivitas Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) Kitosan dari Limbah Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Media Kultur Dunaliella salina.
Dibimbing oleh THOLIBAH MUJTAHIDAH, S.Pi., M.P. dan ERIC ARMANDO, S.Pi., M.P.
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis dan permintaan yang tinggi. Industri pengolahan rajungan umumnya hanya memanfaatkan daging, sedangkan cangkangnya belum dimanfaatkan secara optimal. Cangkang rajungan berpotensi dijadikan pupuk karena mengandung beberapa nutrien penting yang dapat menunjang pertumbuhan Dunaliella salina. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan pupuk organik cair (POC) kitosan yang berasal dari limbah cangkang rajungan terhadap pertumbuhan Dunaliella salina. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Tidar pada Maret–April 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu Kontrol/K (pupuk Walne 1,5 ml/L), P1 (POC kitosan 1,5 ml/L), P2 (POC kitosan 2,0 ml/L), P3 (POC kitosan 2,5 ml/L), dan P4 (POC kitosan 3,0 ml/L). Parameter yang diamati meliputi kelimpahan, laju pertumbuhan spesifik, dan pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kitosan memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan terbaik diperoleh P2 (2,0 mL/L) dengan hasil pertumbuhan dan kultur yang paling optimal dibandingkan perlakuan lain. Kandungan N, P, dan K dalam POC kitosan berperan penting dalam mendukung proses fotosintesis dan pembelahan sel mikroalga, sehingga berpotensi sebagai alternatif media kultur ramah lingkungan bagi Dunaliella salina.
Kata kunci: cangkang rajungan, Dunaliella salina, kitosan, pupuk organik cair
Tidak tersedia versi lain