Text
SKRIPSI ANALISIS REQUIRED SAFE EGRESS TIME (RSET) GEDUNG PERKULIAHAN BERTINGKAT MENGGUNAKAN AGENT-BASED MODELING
Simulasi evakuasi menggunakan Pathfinder merupakan metode yang banyak digunakan untuk mengidentifikasi risiko jalur keluar. Namun, banyak penelitian sebelumnya yang mengandalkan parameter default SFPE untuk dimensi tubuh dan kecepatan gerak, yang mungkin tidak secara akurat merepresentasikan karakteristik penghuni setempat. Penelitian ini mengkaji Required Safe Egress Time (RSET) dan fenomena bottleneck evakuasi pada tiga gedung universitas bertingkat, menggantikan standar SFPE yang bersifat umum dengan kecepatan gerak yang diukur langsung dari mahasiswa universitas setempat dalam kondisi berjalan normal dan kondisi panik yang disimulasikan. Delapan skenario mengkaji pengaruh gabungan dari beban penghuni, hambatan fisik, ketersediaan pintu keluar, dan kecepatan gerak terhadap kinerja evakuasi. Seluruh skenario memenuhi kriteria keselamatan RSET < ASET. Namun, bottleneck secara konsisten muncul di titik akses tangga akibat penggabungan arus dari lantai atas. Koridor dengan hambatan menghasilkan kepadatan kerumunan yang jauh lebih tinggi tanpa peningkatan RSET yang signifikan, suatu pola yang dikaitkan dengan perubahan rute dinamis dalam kerangka kerja Pathfinder. Simulasi kecepatan panik mengungkapkan lonjakan laju aliran yang ekstrem di titik-titik pintu keluar, mengindikasikan risiko cedera akibat desakan yang parah meskipun waktu evakuasi keseluruhan lebih cepat. Berdasarkan temuan ini, protokol evakuasi bertahap, redistribusi beban tangga, dan relokasi furnitur direkomendasikan sebagai intervensi prioritas untuk meningkatkan keselamatan jalur keluar.
Tidak tersedia versi lain