Text
SKRIPSI EKSPERIMEN PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP SLAGGING PEMBAKARAN BAHAN BAKAR JUMPUTAN PADAT (BBJP) DENGAN PENAMBAHAN KAOLIN DAN DOLOMIT
enelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur terhadap pembentukan slagging pada pembakaran bahan bakar jumputan padat (BBJP) serta mengevaluasi efektivitas penambahan aditif kaolin dan dolomit dalam mengurangi slagging. BBJP merupakan bahan bakar alternatif berbasis sampah yang berpotensi digunakan dalam sistem co-firing, namun memiliki kendala utama berupa pembentukan slag akibat kandungan abu dan logam alkali. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi temperatur pembakaran sebesar 600°C, 700°C, dan 800°C. Sampel BBJP dibuat dari campuran sampah organik dan anorganik dengan perbandingan 8:2, serta ditambahkan aditif kaolin dan dolomit masing-masing sebesar 10% dari massa total sampel 50 gram. Pengujian dilakukan menggunakan muffle furnace dengan waktu pembakaran 120 menit. Parameter yang diamati meliputi massa slagging, distribusi slag, serta nilai kalor bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur berpengaruh signifikan terhadap pembentukan slagging. Slagging cenderung meningkat pada temperatur tertentu akibat pembentukan senyawa bertitik leleh rendah dari interaksi unsur alkali dan silika dalam abu. Penambahan aditif kaolin dan dolomit terbukti mampu menurunkan pembentukan slag dengan mekanisme berbeda, dimana kaolin mengikat logam alkali melalui struktur aluminosilikat, sedangkan dolomit meningkatkan titik leleh abu melalui pembentukan senyawa berbasis kalsium. Penggunaan kaolin dan dolomit efektif dalam mengurangi slagging pada pembakaran BBJP, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja pembakaran dan mendukung pemanfaatan BBJP sebagai bahan bakar alternatif dalam sistem cofiring. Dengan penambahan aditif dalam BBJP menurunkan nilai kalor karena terjadi pengurangan zat yang dapat terbakar. BBJP tanpa aditif memiliki nilai kalor paling tinggi yaitu 4.577,00 kal/g dan dengan perlakuan penambahan 10% kaolin memiliki nilai kalor paling rendah yaitu 3.942,04 kal/g. Perlakuan penambahan 10% dolomit memiliki nilai kalor sedikit lebih tinggi dari pada penambahan kaolin yaitu 4.013,09 kal/g.
Tidak tersedia versi lain