Text
SKRIPSI ANALISIS DETERMINAN MIGRASI PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) KE LUAR NEGERI (STUDI KASUS 10 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2014-2024)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor migrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri pada sepuluh provinsi penyumbang PMI terbesar di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Bali, Sumatera Utara, Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Selatan dalam periode 2014-2024. Variabel independen yang digunakan meliputi jumlah penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, upah minimum provinsi, kriminalitas, dan kestabilan politik. Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel yang bersumber dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terpilih Random Effect Model (REM) berdasarkan hasil Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, jumlah penduduk miskin berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah PMI, artinya semakin tinggi kemiskinan maka semakin banyak masyarakat yang memilih menjadi PMI. Tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan, hal ini disebabkan oleh keterbatasan finansial yang dimiliki oleh penganggur untuk membiayai proses keberangkatan sebagai PMI. Upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa peningkatan UMP akan menurunkan minat masyarakat untuk bermigrasi ke luar negeri. Sementara itu, variabel rata-rata lama sekolah, kriminalitas, dan kestabilan politik tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah PMI. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap jumlah PMI dengan nilai Adjusted R-Squared sebesar 42,42%.
Kata Kunci: Migrasi Internasional, Kemiskinan, Pengangguran, Upah Minimum Provinsi, Data Panel.
Tidak tersedia versi lain