Text
SKRIPSI ANALISIS DAMPAK TRANSFER FISKAL TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DI INDONESIA: STUDI EMPIRIS PASCA IMPLEMENTASI DANA DESA TAHUN 2015-2025
ABSTRAK
Kemandirian Keuangan Daerah (KKD) merupakan indikator utama keberhasilan otonomi yang mencerminkan kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan tanpa bergantung penuh pada pemerintah pusat. Meskipun penerapan desentralisasi fiskal di Indonesia telah diarahkan untuk meningkatkan KKD melalui pelimpahan kewenangan dan transfer pendanaan, namun fenomena empiris menunjukkan bahwa tingkat kemandirian daerah secara agregat dari tahun 2015-2025 masih berada di bawah 50%. Berbagai instrumen transfer fiskal, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Desa (DD), memiliki karakteristik dan peran yang berbeda dalam mendukung kapasitas fiskal daerah, sehingga perlu dikaji efektivitasnya dalam mendorong KKD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transfer fiskal meliputi Dana Perimbangan (DAU, DAK,dan DBH) serta Dana Desa (DD) terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD) di Indonesia pasca implementasi dana desa tahun 2015–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan dianalisis menggunakan regresi data panel. Model yang dipilih adalah Fixed Effect Model (FEM) yang kemudian dikoreksi dengan metode Feasible Generalized Least Squares (FGLS) untuk mengatasi permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAU, DAK, dan dana desa tidak berpengaruh signifikan terhadap KKD. Sementara itu, DBH berpengaruh positif dan signifikan terhadap KKD. Temuan ini mengindikasikan bahwa transfer fiskal belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan KKD, sehingga diperlukan optimalisasi kebijakan, khususnya dalam peningkatan fleksibilitas penggunaan dana serta penguatan kapasitas fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kata kunci: Kemandirian Keuangan Daerah, Desentralisasi Fiskal, Transfer Fiskal, Dana Desa
Tidak tersedia versi lain