Text
SKRIPSI ANALISIS PENGARUH NERACA BERJALAN, FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI), DAN INVESTASI PORTOFOLIO TERHADAP STABILITAS NILAI TUKAR DI INDONESIA (1995 – 2024)
ABSTRAK
Stabilitas nilai tukar Rupiah merupakan indikator krusial bagi kepastian makroekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika aliran modal asing dan sektor eksternal. Sebagai negara dengan perekonomian terbuka, Indonesia rentan terhadap fluktuasi akibat ketidakseimbangan neraca berjalan serta volatilitas arus modal. Penelitian ini mengkaji pengaruh Neraca Berjalan, Foreign Direct Investment (FDI), dan Investasi Portofolio terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data time series sekunder periode 1995 – 2024 bersumber dari World Bank dianalisis menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) melalui software Stata 17. Hasil estimasi menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, Neraca Berjalan berpengaruh negatif signifikan (memicu apresiasi), sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif signifikan (memicu depresiasi). FDI memiliki pengaruh positif tidak signifikan dalam jangka panjang, namun berpengaruh positif signifikan pada lag tertentu di jangka pendek. Sementara itu, Investasi Portofolio berpengaruh negatif signifikan dalam jangka pendek, tetapi berpengaruh positif signifikan dalam jangka panjang. Analisis Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) menegaskan bahwa Investasi Portofolio merupakan variabel paling sensitif dan volatil. Hal ini mengindikasikan bahwa kurs Rupiah lebih rentan terhadap pergerakan modal jangka pendek dibandingkan sektor riil. Oleh karena itu, penguatan kebijakan makroprudensial dan hilirisasi industri sangat diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Nilai Tukar Rupiah, Neraca Berjalan, FDI, Investasi Portofolio
Tidak tersedia versi lain