Text
SKRIPSI SISTEM PERTAHANAN TRANSFORMATOR SALURAN DISTRIBUSI 20KV
INTISARI
Sistem pentanahan pada trafo distribusi digunakan sebagai pengaman langsung terhadap peralatan dan manusia apabila terjadi gangguan tanah dan kebocoran arus akibat kegagalan isolasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pentanahan pada transformator distribusi 20kV dengan kondisi tanah yang kritis atau tahanan jenis tanah tinggi senilai 3000Ωm. Proses penelitian dilakukan dengan cara mengukur tahanan pentanahan pada elektroda bantu yang ditanamkan pada tanah di sekitar trafo distribusi 20kV di Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang dan di Payaman, Secang, Kabupaten Magelang menggunakan metode tiga titik dan Digital Earth Tester Checkman TK-2040 dengan jarak 5m sampai 10m. Hasil pengukuran pentanahan trafo distribusi 20kV yang berada di Bulurejo masih belum sesuai standar yaitu 5,29725Ω, sedangkan pentanahan trafo distribusi 20kV yang berada di Payaman diperoleh nilai 3,41733Ω yang berarti telah sesuai dengan standar. Setelah dilakukan penambahan dua batang elektroda nilai pentanahan tarfo distribusi 20kV yang berada di Bulurejo menjadi 2,78621Ω, dan pentanahan trafo distribusi 20kV yang berada di Payaman dilakukan penambahan dua batang elektroda untuk memperoleh nilai resistansi yang lebih rendah. Berdasarkan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) 2011, nilai standar untuk sistem pentanahan peralatan sebesar < 5Ω. Sehingga dari hasil pengukuran sistem pentanahan trafo distribusi 20kV di Bulurejo dan Payaman sudah sesuai dengan standar yang berlaku.
Kata Kunci: Metode 3 Titik, Pentanahan, Tanah Kritis, Trafo 20kV
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain