Text
SKRIPSI EVALUASI KEBIJAKAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DUKUH ATAS KOTA JAKARTA PUSAT
ABSTRAK
EVALUASI KEBIJAKAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KAWASAN BERORIENTASI TRANSIT DUKUH ATAS KOTA JAKARTA PUSAT
Fauzan Muhammad Rizqullah
Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Tidar
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat menggunakan enam aspek evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn, yaitu: efektivitas, efisiensi, kecukupan, keadilan/kesetaraan, responsivitas, dan ketepatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam aspek efektivitas, melalui pembangunan infrastruktur prioritas penunjang yang merupakan keberhasilan capaian tujuan kebijakan dengan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas dari antarmoda transportasi publik di kawasan. Dari aspek efisiensi, kebijakan berdampak positif kepada pengguna transportasi publik karena menghemat biaya pengeluaran berpegian, memangkas waktu tempuh perjalanan, memudahkan mobilitas akses stasiun/halte antarmoda, mengubah perilaku masyarakat ke pengguna transportasi publik. Dalam aspek kecukupan, kebijakan mengatasi baik masalah konektivitas, integrasi antarmoda, dan aksesibilitas. Namun, memunculkan eksternalitas gejala gentrifikasi akibat kenaikan harga lahan dan beban pajak, serta kebijakan belum memenuhi kebutuhan hunian terjangkau, pemerataan manfaat pembangunan di seluruh kuadran kawasan, serta persoalan parkir liar dan PKL yang berjualan di trotoar belum diatasi dengan baik. Keadilan/kesetaraan, distribusi manfaat kebijakan TOD di kawasan Dukuh Atas bagi para pedagang kaki lima maupun UMKM di sekitar kawasan dapat dinilai bahwa manfaat kebijakan belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Di sisi responsivitas, kebijakan TOD di kawasan Dukuh Atas mengatasi tantangan pembangunan perkotaan dan kebutuhan mobilitas masyarakat dengan sangat baik. Sementara pada aspek ketepatan, berdampak positif terhadap integrasi antarmoda transportasi, penataan ruang kawasan, pengurangan kemacetan, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan dengan pengembangan kawasan berpatokan pada RDTR dan RTRW Provinsi DKI Jakarta.
Kata Kunci: Evaluasi Kebijakan Publik, Transit Oriented Development, Dukuh Atas
Tidak tersedia versi lain