Text
SKRIPSI REPRESENTASI PERAN IBU PADA FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH
ABSTRAK
REPRESENTASI PERAN IBU PADA FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH
Titik Kurniyati, Jaduk Gilang Pembayun, Deani Prionazvi Rhizky
Peran ibu dalam pandangan masyarakat khususnya di Indonesia tidak hanya terbatas pada mengasuh dan mendidik anak, namun juga dilekatkan pada tanggung jawab domestik, penunjang kebutuhan keluarga, pengabdian dan juga pengorbanan bagi keluarga. Peran tersebut dianggap sebagai kodrat alami perempuan sehingga mereka terutama seorang ibu sering kali diposisikan sebagai pihak yang tidak esensial dan bergantung kepada laki-laki, mereka juga tidak memiliki kebebasan penuh dalam menentukan arah hidupnya sendiri. Simone de Beauvoir dalam The Second Sex menjelaskan bahwa peran perempuan dibentuk melalui konstruksi sosial dan budaya, bukan sesuatu yang bersifat alamiah, sehingga pada dasarnya mereka memiliki kebebasan dalam menentukan arah hidup dan kepentingannya
sendiri. Bentuk-bentuk peran ibu tersebut direpresentasikan dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah melalui tokoh Wulan sebagai sosok ibu yang harus menjalankan berbagai peran untuk mempertahankan kehidupan keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi peran ibu dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Dengan menggunakan Teknik analisis data semiotika John Fiske melalui tiga level yaitu realitas, representasi dan ideologi, hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan peran ibu sebagai sosok yang selalu berkorban untuk keluarganya. Selain itu, ibu juga dilekatkan pada peran domestik seperti mengasuh dan mendidik anak serta mengerjakan berbagai bentuk pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, dan membereskan rumah. Ibu juga direpresentasikan sebagai pihak yang tersubordinasi dan lebih dominan ditampilkan sebagai sosok yang diperdaya melalui berbagai peran yang harus ia lakukan setiap harinya, sehingga ia tidak memiliki kebebasan secara penuh dalam menentukan arah hidupnya sendiri.
Kata Kunci: Representasi, Peran Ibu, Gender, Film, Patriarki, Feminisme Eksistensialis.
Tidak tersedia versi lain