Text
SKRIPSI IMPLIKATUR DALAM TAYANGAN MEET NITE LIVE PADA KANAL YOUTUBE METRO TV SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT KELAS X DI SMA
Konteks berperan untuk menentukan maksud penutur ketika berinteraksi dengan mitra
tutur. Tanpa adanya konteks, penutur dan mitra tutur akan kesulitan dalam memaknai
maksud tuturan yang disampaikan. Dengan begitu, tidak jarang jika makna tersirat
kerap muncul dalam sebuah percakapan. Ketika makna tersirat tidak dipahami dengan
baik, maka dapat menyebabkan kesalahpahaman antara penutur dan mitra tutur.
Adanya makna tersirat tidak hanya ditemukan dalam percakapan, tetapi juga acara
acara televisi, seperti Meet Nite Live. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
makna tersirat yang terkandung dalam tuturan penonton dan pewara berita yakni
Valentinus Resa pada tayangan Meet Nite Live di kanal YouTube Metro TV. Metode
penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan tuturan
pewara dan mitra tutur yang mengandung implikatur menurut teori Grice (1975).
Sumber data pada penelitian ini berupa video yang ditayangkan pada tanggal 22, 23,
dan 24 Oktober 2025. Metode dan teknik penyediaan yang digunakan berupa metode
simak dan teknik catat. Pada metode dan teknik analisis data penelitian ini
menggunakan metode padan dan teknik pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian
menunjukkan terdapat 35 bentuk tuturan berdasarkan implikatur menurut teori Grice,
yakni sebanyak 10 tuturan mengandung implikatur konvensional dan 25 tuturan
mengandung implikatur nonkonvensional atau percakapan. Implikatur konvensional
tidak bergantung pada konteks. Hadirnya kesepakatan-kesepakatan tertentu membuat
masyarakat semakin paham dan perlahan berubah menjadi sebuah kebiasaan. Hal
tersebut membuat tuturan implikatur konvensional menjadi pengetahuan umum bagi
masyarakat. Sementara itu pada implikatur nonkonvensional selalu bergantung pada
konteks. Tuturan implikatur nonkonvensional bersifat dinamis sehingga satu tuturan
mengandung banyak makna. Hasil penelitian tersebut berpotensi dapat diimplikasikan
sebagai modul ajar teks anekdot kelas X, tepatnya pada bab 6 dengan tema
‘‘Menggunakan Kritik Lewat Humor’’ sesuai dengan Kurikulum Merdeka pendekatan
Deep Learning.
Tidak tersedia versi lain