Text
SKRIPSI KEPRIBADIAN TOKOH EMMA DALAM NASKAH DRAMA “ELLIOT” KARYA DYAH AYU SETYORINI SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh
Emma dalam naskah drama “Elliot” karya Dyah Ayu Setyorini, mengidentifikasi
mekanisme pertahanan diri yang muncul dalam naskah tersebut, serta
mengimplikasikan hasil kajian sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia
di SMA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas kepribadian dan
dinamika psikologis tokoh Emma yang menarik dikaji melalui pendekatan
psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan
teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi struktur kepribadian id, ego, dan
superego serta mekanisme pertahanan diri. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa close reading, teknik
baca, dan teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama “Elliot”
yang terdapat dalam antologi Dramaturgi Rasa (2020). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat 18 data temuan, yang terdiri atas 13 data struktur
kepribadian dan 5 data mekanisme pertahanan diri. Struktur kepribadian tokoh
Emma didominasi oleh aspek id sebanyak 6 data, diikuti ego sebanyak 5 data, dan
superego sebanyak 2 data. Dominasi aspek id menunjukkan bahwa perilaku tokoh
Emma lebih banyak digerakkan oleh dorongan hasrat, emosi, dan kebutuhan
psikologis. Sementara itu, mekanisme pertahanan diri yang ditemukan meliputi
proyeksi, regresi, dan fantasi, dengan dominasi pada proyeksi dan fantasi. Hal
tersebut menunjukkan bahwa tokoh Emma cenderung mengalihkan konflik batin
ke dalam bentuk imajinasi dan pelimpahan emosi sebagai upaya menghadapi
tekanan psikologis. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia kelas XI SMA sebagai bahan ajar pada materi teks drama,
khususnya dalam menganalisis unsur tokoh dan penokohan. Melalui pembelajaran
tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami, menganalisis, dan
mengapresiasi karya sastra secara lebih mendalam, sekaligus mengembangkan
kemampuan berpikir kritis terhadap aspek psikologis yang terdapat dalam karya
sastra.
Tidak tersedia versi lain