Text
SKRIPSI PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA NETIZEN PADA KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @PANDAWARAGROUP DAN IMPLEMENTASI PADA MATERI TEKS ANEKDOT
Keberagaman komentar pada media sosial mencerminkan berbagai bentuk
penggunaan bahasa dalam menyampaikan pendapat terhadap suatu peristiwa.
Dalam praktiknya, tuturan yang muncul tidak selalu menunjukkan pematuhan
terhadap prinsip kesantunan berbahasa. Fenomena tersebut terlihat pada kolom
komentar Instagram @pandawaragroup ketika mereka diundang ke istana negara,
sehingga menarik untuk diteliti dari perspektif kesantunan berbahasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan
pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa netizen pada kolom komentar Instagram
@pandawaragroup. Selain itu, hasil penelitian ini diimplementasikan pada materi
teks anekdot Fase E atau kelas X SMA, khususnya pada subbab menilai akurasi
kritik sosial yang disampaikan dengan membandingkan beberapa isi teks.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian
berupa komentar tertulis netizen pada unggahan akun Instagram @pandawaragroup
tanggal 11 Maret 2025. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik
catat, kemudian dianalisis dengan metode padan pragmatik dan teknik Pilah Unsur
Penentu (PUP) berdasarkan enam maksim kesantunan berbahasa menurut Leech.
Hasil penelitian menunjukkan pematuhan pada seluruh maksim dan
pelanggaran pada lima maksim kesantunan berbahasa. Pematuhan paling banyak
ditemukan pada maksim pujian yang ditunjukkan melalui komentar berupa
apresiasi dan dukungan kepada Pandawaragroup. Sementara itu, pelanggaran
paling banyak ditemukan pada maksim pujian yang ditandai dengan penggunaan
penilaian negatif, celaan, dan ungkapan kasar terhadap pihak lain.
Tidak tersedia versi lain