Text
SKARIPSI "PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMENTAR VIDEO TIKTOK EPISODE “KLARIFIKASI DANANG SENGGOL KAMPUS” DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SMP KELAS VII "
Media sosial TikTok menjadi salah satu sarana komunikasi digital yang
memungkinkan terjadinya berbagai bentuk interaksi bahasa pada kolom komentar.
Dalam penggunaannya, komentar warganet tidak selalu mencerminkan penggunaan
bahasa yang santun. Fenomena tersebut terlihat pada kolom komentar akun TikTok
@thesadewa, khususnya pada video “Klarifikasi Danang Senggol Kampus”, yang
memunculkan beragam tanggapan berupa pujian, dukungan, sindiran, hingga kritik.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya pematuhan dan pelanggaran terhadap prinsip
kesantunan berbahasa dalam komunikasi digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan
pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada kolom komentar akun TikTok
@thesadewa berdasarkan teori Leech. Analisis dilakukan pada enam maksim
kesantunan berbahasa. Hasil penelitian ini juga diimplementasikan sebagai bahan
ajar Bahasa Indonesia untuk peserta didik SMP kelas VII.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data
penelitian berupa tuturan tertulis warganet pada kolom komentar video TikTok
“Klarifikasi Danang Senggol Kampus.” Sumber data diperoleh dari akun TikTok
@thesadewa. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak
dengan teknik catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode padan
dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kolom komentar akun TikTok
@thesadewa ditemukan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan
berbahasa. Bentuk pematuhan ditemukan pada maksim kearifan melalui tuturan
yang berisi dukungan dan saran halus, maksim kedermawanan melalui ajakan dan
penghargaan, maksim pujian melalui ungkapan apresiasi, maksim kerendahan hati
melalui pengakuan diri, maksim kesepakatan melalui tuturan persetujuan, serta
maksim kesimpatian melalui ungkapan empati. Di sisi lain, bentuk pelanggaran
ditunjukkan melalui penggunaan sindiran, ejekan, kata kasar, serta kurangnya rasa
simpati terhadap pihak lain. Temuan tersebut menunjukkan beragam perilaku
berbahasa dalam komunikasi di media sosial.
Tidak tersedia versi lain