Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI WAKTU PERENDAMAN PADA PROSES DELIGNIFIKASI TERHADAP KARAKTER SERBUK PALM KERNEL SHELL (PKS) MENGGUNAKAN METODE XRD, FTIR DAN MACROGRAPHY
yang memiliki kandungan lignoselulosa tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan
sebagai bahan baku berbasis selulosa. Namun, tingginya kandungan lignin
menyebabkan struktur PKS menjadi kaku sehingga diperlukan proses delignifikasi
untuk mengurangi kandungan lignin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variasi waktu perendaman pada proses delignifikasi
terhadap karakter serbuk Palm Kernel Shell (PKS) menggunakan metode Fourier
Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), dan Macrography.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan serbuk PKS berukuran
80–100 mesh dengan larutan NaOH berkonsentrasi 2% pada suhu 70°C serta variasi
waktu perendaman 30, 60, dan 90 menit. Hasil pengujian FTIR menunjukkan
bahwa semakin lama waktu perendaman menyebabkan penurunan intensitas gugus
fungsi lignin dan hemiselulosa serta meningkatkan dominasi gugus selulosa. Hasil
pengujian XRD menunjukkan nilai indeks kristalinitas meningkat dari 44,0% pada
perendaman 30 menit menjadi 50,2% pada 60 menit, kemudian sedikit menurun
menjadi 49,0% pada 90 menit akibat mulai terjadinya degradasi struktur kristalin
selulosa. Hasil pengamatan Macrography menunjukkan diameter serat menurun
dari 0,33 mm pada 30 menit menjadi 0,30 mm pada 60 menit dan 0,26 mm pada 90
menit, yang mengindikasikan semakin efektifnya penghilangan lignin dan
hemiselulosa sehingga permukaan serat menjadi lebih bersih. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi waktu perendaman berpengaruh
terhadap karakter serbuk Palm Kernel Shell hasil delignifikasi, dengan waktu
perendaman 60 menit sebagai kondisi optimum karena menghasilkan indeks
kristalinitas tertinggi serta mampu mengurangi komponen amorf tanpa
menyebabkan degradasi selulosa yang signifikan.
Tidak tersedia versi lain