Text
SKRIPSI REMAINING LIFE ASSESSMENT MOTOR 6KV BERDASARKAN HEALTH INDEX MENGGUNAKAN INTEGRASI FUZZY DAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS PADA UNIT 2 PLTU PELABUHAN RATU
Kegagalan isolasi motor 6 kV di PLTU sering terjadi secara mendadak akibat
degradasi yang tidak terdeteksi oleh sistem proteksi konvensional, sehingga
diperlukan metode evaluasi kondisi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan model Health Index (HI) berbasis integrasi Analytic Hierarchy
Process (AHP) dan Fuzzy Logic untuk mengevaluasi kondisi motor listrik 6 kV
serta mengestimasi sisa umur operasionalnya guna mendukung strategi Condition
Based Maintenance (CBM). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot
parameter diagnostik Polarization Index (PI), Tip Up Tan Delta (TD), dan Surge
Test (ST) melalui perbandingan berpasangan oleh pakar, sedangkan Fuzzy
Logic Mamdani mengolah ketidakpastian batas kondisi menjadi skor numerik.
Estimasi sisa umur (Remaining Life Assessment – RLA) dihitung menggunakan
model degradasi eksponensial dengan parameter umur desain 29,3 tahun dan batas
kegagalan 30%. Hasil pembobotan AHP menunjukkan PI memiliki pengaruh
dominan (62,32%), diikuti TD (23,95%) dan ST (13,73%) dengan Consistency
Ratio 0,022. Pengolahan Fuzzy Logic menghasilkan HI motor yang fluktuatif, yaitu
59,6% (2023), 45% (2024), dan meningkat menjadi 78,8% (2025) setelah overhaul.
Berdasarkan HI 78,8% pada kondisi pasca-overhaul, RLA diperoleh sebesar 23,5
tahun yang merupakan estimasi sisa umur dari kondisi terkini hingga batas
kegagalan.
Hasil
ini
menunjukkan
CBM
melalui overhaul bertujuan mengembalikan kondisi motor mendekati kondisi
awalnya, sehingga motor memiliki prospek operasi jangka panjang meskipun telah
beroperasi selama 15 tahun. Dengan demikian, model ini terbukti mampu
merepresentasikan kondisi motor secara kuantitatif dan menjadi alat bantu
keputusan pemeliharaan yang terukur.
Tidak tersedia versi lain