Text
SKRIPSI ANALISIS PEMBEBANAN BERLEBIH TERHADAP UMUR LAYANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV DI PT PLN ULP BOROBUDUR
Transformator distribusi berperan penting dalam menurunkan tegangan menengah 20 kV menjadi
tegangan rendah yang digunakan pelanggan. Pembebanan yang tinggi pada transformator distribusi
dapat meningkat suhu lilitan akibat rugi tembaga, sehingga mempercepat penuaan isolasi dan
menurunkan umur layanan transformator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi
pembebanan lima transformator distribusi 20 kv di wilayah kerja PT PLN (Persero) ULP Borobudur
serta pengaruhnya terhadap susut umur layanan, menggunakan metode analisis termal berdasarkan
standar IEC 354 (1972) dan SPLN 17A: 1979. Analisis dilakukan dengan menghitung kenaikan suhu
hot-spot lilitan dari data pembebanan selama 24 jam, kemudian menentukan laju penuaan relatif
isolasi menggunakan model Montsinger untuk memperoleh susut umur harian dan estimasi sisa
umur transformator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh transformator yang diteliti
mengalami pembebanan berlebih yang melampaui batas normal 80% (SPLN 50:1997), dengan suhu
lilitan melebihi batas normal 98 °C pada periode Waktu Beban Puncak (WBP). Susut umur selama
24 jam tertinggi terjadi pada Transformator Voltra (2019) sebesar 83,33%, sedangkan yang terendah
pada Transformator Sintra (2023) sebesar 59,84%. Dua transformator (Trafindo 2015 dan Voltra
2019) diperkirakan memiliki sisa umur di bawah 20 tahun, sementara tiga lainnya (B&D 2019,
Trafindo 2019, dan Sintra 2023) masih berada di atas 20 tahun. Meskipun demikian, ketika nilai laju
penuaan relatif (ζ) melampaui angka 1, proses penuaan isolasi berlangsung lebih cepat dari kondisi
normal, sehingga sisa umur yang saat ini masih di atas 20 tahun berpotensi berkurang lebih cepat
apabila beban listrik terus mengalami peningkatan.
Tidak tersedia versi lain