Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN FOCUS, EXPLORE, REFLECT, AND APPLY (FERA) BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS
Indonesia merupakan negara dengan tingkat aktivitas petir yang tinggi sehingga saluran transmisi tenaga listrik rentan mengalami gangguan akibat tegangan lebih yang dapat menyebabkan flashover, backflashover, serta penurunan keandalan sistem. Salah satu metode proteksi yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak gangguan tersebut adalah pemasangan Transmission Line Arrester (TLA). Penelitian ini bertujuan menentukan spesifikasi TLA yang sesuai serta menganalisis pengaruh pemasangannya terhadap penurunan tegangan lebih pada tower transmisi 150 kV nomor 92 jalur Jelok–Sanggrahan. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan data teknis tower dan karakteristik sambaran petir, perhitungan spesifikasi arrester, serta pemodelan dan simulasi menggunakan perangkat lunak ATPDraw. Simulasi dilakukan pada kondisi sebelum dan sesudah pemasangan TLA dengan variasi arus impuls 10 kA, 20 kA, 40 kA, dan 109 kA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesifikasi TLA yang sesuai adalah TLA tipe A dengan tegangan nominal 138 kV, MCOV 110 kV, arus pelepasan nominal 10 kA, arus pelepasan maksimum 100 kA, dan line discharge class 2. Pada kondisi tanpa TLA, tegangan lebih yang terjadi dapat mencapai 5.431 kV untuk sambaran pada body tower dan 8.904 kV untuk sambaran pada konduktor fasa R1 maupun R2, sehingga melebihi nilai Basic Insulation Level (BIL) isolator sebesar 945 kV. Setelah pemasangan TLA, tegangan lebih berhasil dibatasi menjadi 349 kV dan 776 kV dengan persentase penurunan mencapai 64,4% pada fasa R - 93,9% pada fasa S ketika sambaran pada kawat GSW maupun body tower dan 63,7% pada fasa R - 97,3% pada fasa T ketika sambaran pada kawat konduktor R1 maupun R2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemasangan TLA efektif dalam mengurangi tegangan lebih akibat sambaran petir, menurunkan risiko terjadinya flashover dan backflashover.
Tidak tersedia versi lain