Text
SKRIPSI PENGARUH MODEL GAME-BASED LEARNING MELALUI GAME ESCAPE ROOM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS VIII
Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran
matematika menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan. Berdasarkan
hasil tes kemampuan awal di SMP Negeri 25 Purworejo, kemampuan berpikir kritis
peserta didik masih perlu ditingkatkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,
diperlukan pembelajaran yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif dalam
proses pemecahan masalah. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat
digunakan adalah model game-based learning melalui game escape room.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan
berpikir kritis peserta didik antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran
menggunakan model game-based learning melalui game escape room dan peserta
didik yang memperoleh pembelajaran langsung dalam pembelajaran matematika.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis peningkatan
kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkannya model game-based
learning melalui game escape room, yang ditinjau dari hasil N-Gain serta besarnya
pengaruh berdasarkan effect size.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi
experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling.
Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kritis (pre-test dan
post-test), observasi awal, observasi keterlaksanaan pembelajaran, wawancara, dan
dokumentasi. Instrumen utama yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir
kritis. Uji Welch’s Independent Sample t-Test digunakan untuk menguji perbedaan
peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
karena data N-Gain berdistribusi normal tetapi tidak memenuhi asumsi
homogenitas varians. Uji Wilcoxon Signed Rank digunakan untuk menguji
perbedaan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah pembelajaran pada
kelas eksperimen karena data berpasangan (pre-test dan post-test) tidak
berdistribusi normal. Selain itu digunakan N-Gain untuk mengetahui tingkat
peningkatan dan effect size untuk mengetahui besar pengaruh perlakuan.
Tidak tersedia versi lain