Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, REVIEW (MURDER) BERBANTUAN VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP
Kemampuan literasi matematis termasuk kompetensi yang perlu dimiliki
siswa dalam mempelajari matematika. Namun, pada kenyataannya kemampuan
literasi matematis siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Borobudur masih tergolong
rendah dengan hasil temuan tes kemampuan awal yang menunjukkan bahwa
diperoleh rata-ratanya adalah 44,7. Model pembelajaran yang masih didominasi
model pembelajaran langsung yang berpusat pada guru dan kurangnya antusias
siswa menyebabkan pemahaman materi dalam pembelajaran belum optimal. Selain
itu, pemanfaatan media pembelajaran yang belum maksimal dan beberapa siswa
yang mudah bosan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, diperlukan
model pembelajaran yang lebih inovatif dan didukung media yang menarik untuk
meningkatkan keterlibatan siswa serta kemampuan literasi matematis.
animasi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model
pembelajaran terhadap kemampuan literasi matematis siswa, dimana kemampuan
literasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran MURDER dengan
bantuan video animasi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model
pembelajaran langsung. Selain itu, penelitian bertujuan untuk menganalisis
ketuntasan klasikal kemampuan literasi matematis siswa yang menggunakan model
pembelajaran langsung maupun model pembelajaran MURDER berbantuan video
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
quasi experimental bentuk nonequivalent post-test-only control group design.
Sampel dalam penelitian ini diambil 2 kelas dari 7 kelas pada kelas VIII di SMP
Negeri 1 Borobudur dengan teknik purposive sampling yang menjadikan kelas VIII
A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Pengambilan
data menggunakan instrumen tes berupa tes kemampuan literasi matematis, lembar
observasi, pedoman wawancara, dan angket validasi. Teknik analisis data dilakukan
menggunakan uji prasyarat normalitas dengan uji Liliefors serta uji homogenitas
dengan uji F, dan uji independent sample t-test pada data awal untuk mengetahui
keseimbangan kemampuan awal siswa. Uji hipotesis pada data akhir dihitung
menggunakan uji proposi (uji Z) dan independent sample t-test.
Tidak tersedia versi lain