Text
SKRIPSI PENGARUH MODEL REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBASIS ETNOMATEMATIKA SENI KARAWITAN TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI BARISAN ARITMETIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR
Literasi matematis merupakan keterampilan penting bagi siswa untuk
menghadapi tantangan kompleks pada abad ke-21. Namun faktanya kemampuan
literasi matematis di SMP N 6 Temanggung tergolong masih rendah berdasarkan
nilai rerata tes kemampuan awal yaitu sebesar 50,70. Penyebabnya karena siswa
tidak terbiasa dan kesulitan dalam menyelesaikan persoalan matematika yang
relevan pada dunia nyata, serta pembelajaran di kelas belum optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kemampuan literasi
matematis siswa yang mendapatkan model RME berbasis etnomatematika seni
karawitan dibandingkan siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung;
(2) menganalisis kemampuan literasi matematis antara siswa motivasi belajar tinggi
dengan siswa motivasi belajar sedang dan rendah, dan siswa dengan motivasi
belajar sedang dibandingkan siswa dengan motivasi belajar rendah; (3)
menganalisis kemampuan literasi matematis siswa dengan motivasi belajar tinggi,
sedang, dan rendah yang mendapatkan model RME berbasis etnomatematika seni
karawitan dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran
langsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen
dengan bentuk factorial design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa
kelas VIII SMP N 6 Temanggung tahun akademik 2025/2026. Pengambilan sampel
menggunakan teknik cluster random sampling. Adapun kelas yang terpilih yakni
VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Pengambilan
data menggunakan instrumen tes berupa soal tes kemampuan literasi matematis
dan non-tes berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan angket motivasi
belajar. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis data tahap awal dengan uji
independent sample t-Test untuk mengetahui keseimbangan kemampuan awal
siswa, serta analisis data tahap akhir dengan uji ANOVA dua jalan dan uji pasca
ANOVA dengan metode scheffe. Proses analisis data dilakukan setelah
terpenuhinya uji prasyarat analisis normalitas (uji Liliefors) dan homogenitas (uji
Bartlett).
Tidak tersedia versi lain