Text
SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Keterampilan berpikir kritis merupakan aspek esensial yang perlu dikuasai oleh siswa dalam mendukung proses pembelajaran di abad ke-21, khususnya dalam pembelajaran IPA yang kompleks serta membutuhkan analisis yang mendalam. Namun, berdasarkan penelitian terdahulu dan observasi disekolah menunjukkan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang tidak optimal dalam mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, serta masih kuatnya dominasi peran guru dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Alternatif solusi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu melalui penerapan model PBL berbasis kearifan lokal, yang memfokuskan proses belajar pada siswa dengan penyajian masalah kontekstual sebagai pemicu dalam memperkuat pemikiran kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model PBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan kalor siswa. Penggunaan metode dalam penelitian ini yaitu secara kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design, di mana siswa kelas VII B berperan sebagai kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal, sementara kelas VII A menjadi kelompok kontrol yang mendapatkan model direct instruction. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes esai 10 butir soal dan telah melalui tahapan pengujian validitas serta reliabilitas untuk memastikan kualitasnya. Uji prasyarat melalui analisis normalitas juga homogenitas menyatakan bahwa data terdistribusi secara normal dan memiliki sifat homogen. Pengujian hipotesis dilakukan melalui independent sample t-test serta analisis N-Gain. Hasil uji-T nilai posttest menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan diberikan. Nilai N-Gain pada kelas eksperimen mencapai 0,71 (kategori tinggi), sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,44 (kategori sedang). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan kalor di SMP.
Tidak tersedia versi lain