Text
SKRIPSI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMP
Penguasaan literasi sains berperan penting untuk membantu siswa memahami berbagai fenomena sains, menginterpretasikan data, dan mengambil keputusan dengan mengacu pada fakta dan bukti ilmiah. Namun, siswa di Indonesia masih menunjukkan capaian kemampuan literasi sains yang rendah sesuai hasil PISA 2022. Salah satu faktor yang menyebabkan keadaan tersebut yaitu proses belajar mengajar yang fokus pada guru sebagai sumber utama pemberian informasi sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri. Kondisi tersebut menunjukkan perlu adanya implementasi model pembelajaran yang dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, salah satunya yaitu model guided inquiry. Keefektifan model guided inquiry untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa SMP menjadi fokus dalam penelitian ini. Metode quasi experiment dengan desain non-equivalent control group digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bandongan. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII G yang ditetapkan menjadi kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran guided inquiry dan kelas VII F yang ditetapkan menjadi kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran direct instruction. Tes pilihan ganda literasi sains digunakan sebagai instrumen penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney serta uji N-Gain. Berdasarkan hal tersebut, hasil studi membuktikan terkait penggunaan model guided inquiry efektif meningkatkan kemampuan literasi sains. Rata-rata nilai setelah perlakuan di kelas eksperimen mencapai 82,7 sedangkan kelas kontrol hanya 72,9. Uji Mann Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (
Tidak tersedia versi lain