Text
SKRIPSI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS ETNOSAINS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA SMP
Dalam kehidupan sehari-hari siswa diharapkan dapat menguasai keterampian berpikir kritis untuk dapat bersaing dalam dunia pekerjaan sehingga keputusan yang diambil dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Hasil wawancara guru IPA Di SMP Negeri 2 Grabag mendapati keterampilan berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada guru. Salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis adalah model discovery learning. Namun, model discovery learning masih memiliki kekurangan yaitu pembelajaran yang kurang relevan dan kurang bermakna bagi siswa karena hanya berfokus pada pencarian mandiri tanpa melibatkan kebudayaan disekitarnya. Maka, diperlukan etnosains di dalam pembelajaran discovery learning agar pembelajaran menjadi lebih terstruktur, membuat pembelajaran menjadi lebih relevan, dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran discovery learning berbasis etnosains dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian ini mengunakan desain quasi-eksperimen berbentuk non-equivalen control group design. Populasi penelitian ini adalah seluru siswa kelas IX SMPN 2 Grabag tahun ajaran 2025-2026 dengan sampel penelitian meliputi kelas IX D sebagai kelas eksperimen dan kelas IX E sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa 5 soal essai yang telah melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Penelian ini membuktikan bahwa postest keterampilan berpikir kritis memiliki hasil Uji t yaitu 0,001
Tidak tersedia versi lain