Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RME-STEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI MATH ANXIETY SISWA SMP
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi utama abad
ke-21 yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran matematika.
Meskipun demikian, tingkat kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik
masih relatif rendah. Kondisi ini tampak pada hasil Tes Kemampuan Awal siswa
kelas VIII di SMP Negeri 1 Tempuran, di mana nilai rata-rata yang diperoleh hanya
mencapai 47,94 pada kelas VIII A dan 45,38 pada kelas VIII B. Rendahnya capaian
tersebut terutama disebabkan oleh praktik pembelajaran yang masih didominasi
oleh penerapan model pembelajaran langsung.
kritis siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan kemampuan berpikir
kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model RME–STEM dan
siswa yang belajar melalui model pembelajaran langsung. Di samping itu,
penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji kemampuan berpikir kritis siswa
dengan tingkat math anxiety rendah dibandingkan dengan siswa yang
memiliki math anxiety pada kategori sedang maupun tinggi, serta membandingkan
kemampuan berpikir kritis antara siswa dengan math anxiety sedang dan tinggi.
Tidak hanya itu, penelitian ini mengupayakan analisis mengenai adanya interaksi
antara model pembelajaran dan tingkat math anxiety terhadap kemampuan berpikir
Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain faktorial 2×3.
Sampel penelitian ditentukan melalui teknik cluster random sampling, di mana
kelas VIII A ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang menerima pembelajaran
RME–STEM, sedangkan kelas VIII B berperan sebagai kelas kontrol yang
memperoleh pembelajaran langsung. Data penelitian dikumpulkan melalui tes
kemampuan berpikir kritis serta angket math anxiety.
Tidak tersedia versi lain