Text
SKRIPSI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT OBSERVE EXPLAIN) BERBASIS SCAFFOLDING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Salah satu keterampilan penting yang wajib dikuasai siswa guna menghadapi tantangan dan dinamika pendidikan abad ke-21 yaitu keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis yang dilatih dengan konsisten dapat menjadikan siswa terbiasa untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi dengan akurat dan rasional. Namun, berdasarkan riset PISA dan hasil berbagai studi empiris sebelumnya siswa di Indonesia memiliki keterampilan berpikir yang rendah. Penerapan model POE merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Scaffolding juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis karena memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan setiap individu yang dapat mengakomodasi perbedaan kemampuan awal siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran POE berbasis scaffolding terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan desain non-equivalent control group, yang melibatkan siswa kelas VIII SMPN 1 Susukan sebagai subjek penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, di mana kelas VIII A sebagai kelas kontrol dengan penerapan model pembelajaran konvensional dan VIII D sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran POE berbasis scaffolding. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian sebanyak 6 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menggunakan Uji Mann Whitney menunjukkan signifikansi 0,000 yang mengindikasikan adanya perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kedua kelas. Adapun rerata skor N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,81 (kategori tinggi) dan kelas kontrol sebesar 0,53 (kategori sedang). Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran POE berbasis scaffolding efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Meskipun demikian, indikator evaluasi mengalami peningkatan terendah di antara indikator lainnya, sehingga guru disarankan untuk memberikan pertanyaan evaluasi berbasis fenomena secara berkelanjutan guna mengoptimalkan peningkatan keterampilan indikator berpikir kritis.
Tidak tersedia versi lain