Text
SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORASI DAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN BAGI SISWA SMA
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan sistem kerjasama
antara siswa dan guru. Namun, dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di
tingkat sekolah menengah masih cenderung menggunakan model konvensional.
Hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami pemahaman materi
sekaligus tidak adanya kemampuan kolaborasi untuk bekerja tim secara bersama
sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran
DLPS berbasis ESD terhadap kemampuan kolaborasi dan pemahaman konsep
siswa di SMA Negeri 1 Candimulyo. Metode penelitian menggunakan penelitian
kuantitatif dengan pretest post-test nonequivalent control group design. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas X fase E di SMA Negeri 1 Candimulyo.
Adapun sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas X-7 sebagai kelas kontrol
dan X-8 sebagai kelas eksperimen yang ditentukan dengan teknik cluster random
sampling. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi,
instrumen pretest post-test dan angket self-assesment.
Berdasarkan hasil penelitian, skor rata-rata nilai akhir kemampuan
kolaborasi kelas eksperimen yaitu 81,62, lebih besar dibanding kelas kontrol yaitu
66,77. Disamping itu, skor rata-rata post-test pemahaman konsep kelas eksperimen
adalah 76,06, yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol sebesar 58,06. Hasil
analisis hipotesis menggunakan uji Ancova melalui SPSS versi 25 mendapatkan
nilai signifikansi untuk kemampuan kolaborasi sebesar 0,000 dan pemahaman
konsep sebesar 0,000. Berdasarkan data, dapat ditarik kesimpulan bahwa model
pembelajaran DLPS berbasis ESD memberikan pengaruh positif terhadap
kemampuan kolaborasi dan pemahaman konsep siswa pada materi perubahan
lingkungan.
Tidak tersedia versi lain