Text
SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
Pendidikan abad ke-21 membutuhkan pembelajaran sains yang mampu
mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah dan literasi sains. Namun, hasil PISA
siswa Indonesia masih di bawah rata-rata OECD, dan temuan di sekolah
menunjukkan literasi sains belum diukur secara sistematis serta pembelajaran
belum sepenuhnya melatih indikator literasi sains. Rendahnya pemahaman konsep
biologi, khususnya sistem pernapasan, terlihat dari banyak siswa dengan nilai di
bawah KKM. Model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) yang
berorientasi pada pemecahan masalah dan aktivitas ilmiah diharapkan mengatasi
masalah tersebut.
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh model pembelajaran
SSCS terhadap pemahaman konsep dan kemampuan literasi sains yang ditinjau dari
gaya belajar. Metode eksperimen kuasi dengan desain pretest-posttest melibatkan
siswa kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan, terdiri dari kelas eksperimen (31 siswa)
dan kontrol (33 siswa). Instrumen penelitian meliputi soal tes pemahaman konsep,
soal tes literasi sains, dan angket gaya belajar Visual, Auditorial, Kinestetik (VAK).
Analisis data dilakukan menggunakan Two Way ANCOVA dengan mengontrol
kemampuan awal.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep (Sig. < 0,001; η² = 0,705)
dan kemampuan literasi sains (Sig. < 0,001; η² = 0,767), sehingga siswa yang
belajar dengan model SSCS memiliki pemahaman konsep dan literasi sains yang
lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran
konvensional setelah mengontrol kemampuan awal. Gaya belajar tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep (Sig. = 0,424; η²
= 0,030). Gaya belajar juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada
literasi sains (Sig. = 0,119; η² = 0,072). Interaksi model pembelajaran dan gaya
belajar juga tidak signifikan pada pemahaman konsep (Sig. = 0,879; η² = 0,004)
maupun literasi sains (Sig. = 0,343; η² = 0,037). Dengan demikian, model SSCS
efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep maupun literasi sains siswa, dan
efektivitasnya tidak bergantung pada perbedaan gaya belajar VAK.
Tidak tersedia versi lain