Text
SKRIPSI INVENTARISASI KULTIVAR DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR.) DI KECAMATAN CANDIMULYO SEBAGAI BOOKLET BIOLOGI
Inventarisasi kultivar durian secara ilmiah belum pernah dilakukan di
Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, padahal wilayah ini memiliki lebih
dari 12.000 pohon yang tersebar di 19 desa. Data kultivar durian yang dimiliki Balai
Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Candimulyo masih sangat terbatas,
sedangkan informasi karakteristik morfologi dan potensi kultivar belum
terdokumentasikan dengan baik. Hasil studi pendahuluan terhadap 20 responden
menunjukkan 90% responden menyatakan informasi mengenai kultivar durian
masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan sumber informasi berupa
booklet biologi yang ringkas dan mudah dipahami. Berdasarkan permasalahan
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kultivar durian (Durio
zibethinus Murr.) berdasarkan karakterisasi morfologi, menganalisis tingkat
keanekaragamannya menggunakan Indeks Shannon-Wiener (H`), serta
mengembangkan dan mengukur kelayakan booklet biologi berdasarkan validasi
ahli materi, ahli media, dan respon pembaca. Penelitian ini menggunakan metode
mixed method yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penelitian
eksploratif menggunakan metode jelajah dengan purposive sampling di lima desa
sentra durian, yaitu Desa Kebonrejo, Tegalsari, Kembaran, Giyanti, dan Sonorejo,
mengacu pada buku Descriptor Durian International (Bioversity, 2007) untuk
karakterisasi morfologi. Tahap kedua adalah penelitian pengembangan (R&D)
menggunakan model 4D yang dibatasi pada tahap Define, Design, dan Develop,
mencakup validasi aspek materi dan aspek media, revisi produk, serta uji respon
pembaca. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 12 kultivar durian dengan total
842 individu pohon yang tersebar di lima desa, yaitu Durian Andalas, Bawor,
Dandang Sariti, Ketan, Kidang, Lokal Candimulyo, Mentega, Montong, Orange,
Sapi, Susu Molek, dan Tembaga, dengan Bawor sebagai kultivar terbanyak (255
pohon) dan Tembaga sebagai kultivar paling langka (2 pohon). Indeks
Keanekaragaman Shannon-Wiener (H`) berkisar antara 0,69 hingga 1,70 dengan
kategori rendah hingga sedang, tertinggi di Desa Kembaran dan terendah di Desa
Tegalsari. Booklet “Mengenal Kultivar Durian di Kecamatan Candimulyo”
memperoleh hasil validasi aspek materi sebesar 90,1%, aspek media sebesar 87,5%,
seluruhnya berkategori sangat layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
Kecamatan Candimulyo memiliki keanekaragaman kultivar durian yang cukup
tinggi dan booklet yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber
informasi mengenai keanekaragaman kultivar durian.
Tidak tersedia versi lain