Text
SKRIPSI IDENFIKASI MORFOLOGI TANAMAN KOPI (COFFEA SP.) DI LERENG GUNUNG SUMBING DAN GUNUNG ANDONG MAGELANG SEBAGAI BAHAN BUKU REFERENSI BIOLOGI
Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang
memiliki nilai ekonomi penting serta banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain
berperan sebagai komoditas unggulan, tanaman kopi juga memiliki keanekaragaman
jenis, kultivar, dan klon yang ditunjukkan melalui variasi karakter morfologi pada
setiap organ tanaman. Lereng Gunung Sumbing dan Gunung Andong di Kabupaten
Magelang merupakan salah satu kawasan budidaya kopi yang memiliki potensi
keanekaragaman tersebut. Namun, informasi mengenai karakter morfologi tanaman
kopi di wilayah ini masih terbatas dan belum terdokumentasi secara sistematis dalam
bentuk buku referensi. Oleh karena itu, diperlukan suatu buku referensi yang
menyajikan informasi morfologi tanaman kopi berbasis hasil penelitian sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai sumber informasi ilmiah sekaligus mendukung pemanfaatan
potensi lokal. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diawali dengan
penelitian eksploratif dan dilanjutkan dengan pengembangan buku referensi
menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi sampai
tahap Develop. Penelitian eksploratif dilakukan melalui observasi lapangan,
identifikasi morfologi, dokumentasi, dan studi literatur. Tahap pengembangan meliputi
penyusunan buku referensi, validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba
terbatas terhadap 20 responden yang terdiri atas petani kopi dan masyarakat umum.
Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Andong Kabupaten
Magelang ditemukan dua spesies kopi, yaitu Coffea arabica L. dan Coffea canephora.
Kopi Arabika terdiri atas enam kultivar, yaitu Lini S (Kultivar 795), Typica, Bourbon
type, Sigarar Utang, Caturra Kuning (Yellow Caturra), dan Kartika 1, sedangkan kopi
Robusta terdiri atas dua klon, yaitu Tugusari (TS) dan BP. Setiap kultivar dan klon
memiliki karakter morfologi yang khas sehingga dapat dibedakan berdasarkan warna
pucuk daun, bentuk dan ukuran daun, arah percabangan, bentuk dan warna buah masak,
serta bentuk, ukuran, dan karakter celah tengah biji. Buku referensi yang
dikembangkan memperoleh persentase kelayakan sebesar 95,00% dari ahli materi,
75,00% dari ahli media, dan 86,35% pada uji coba terbatas, sehingga termasuk dalam
kategori layak.
Tidak tersedia versi lain