Text
SKRIPSI STUDI ETNOZOOLOGI KERBAU (BUBALUS BUBALIS) PADA RELIEF JATAKA DI CANDI BOROBUDUR SEBAGAI BUKU REFERENSI
Indonesia merupakan negara megabiodiversitas dengan berbagai kekayaan alam
dan warisan budaya yang melimpah. Salah satu warisan budaya yang
menggambarkan kehidupan manusia, flora, dan fauna yaitu Relief Jataka di Candi
Borobudur. Relief Jataka memuat berbagai visualisasi makhluk hidup beserta
interaksinya, termasuk penggambaran kerbau (Bubalus bubalis). Berdasarkan hasil
wawancara dan analisis kebutuhan masyarakat, saat ini masih minim studi
mendalam mengenai satu spesies hewan pada Relief Jataka dari sudut pandang
etnozoologi, masyarakat juga cenderung memandang relief Borobudur sebatas
warisan sejarah dan estetika semata. Keterbatasan media informasi ilmiah yang
menghubungkan sains dan budaya tersebut menimbulkan kebutuhan akan adanya
sebuah buku referensi yang solutif sebagai sumber literasi masyarakat, sehingga
penting dilakukan pengkajian studi etnozoologi kerbau (Bubalus bubalis) pada
Relief Jataka di Candi Borobudur sebagai Buku Referensi. Penelitian bertujuan
untuk mengetahui profil etnozoologi kerbau (Bubalus bubalis) pada Relief Jataka
dan menganalisis kelayakan buku referensi etnozoologi berdasarkan aspek materi,
media, dan uji keterbacaan buku. Penelitian ini menggunakan mixed method, yaitu
penelitian etnografi dan R&D (Research and Development) model 4D yang dibatasi
hingga tahap 3D (develop). Teknik pengumpulan data etnografi melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik pengumpulan data 3D melalui uji
kelayakan buku referensi oleh ahli materi dan ahli media serta uji keterbacaan buku.
Hasil studi etnografi menunjukkan bahwa terdapat tujuh pahatan kerbau yang
tersebar di beberapa panil relief Jataka, yaitu panil 41, 128, 129, 130, 131, dan 132.
Simbolisme kerbau dimaknai sebagai nilai kesabaran dan ketenangan. Analisis
morfologi dan morfometri menunjukkan tingkat kemiripan proporsi tubuh antara
representasi kerbau di relief dan objek nyata sebesar 99,86%, yang mengindikasikan
kesesuaikan visual yang tinggi. Hasil analisis kelayakan buku referensi memperoleh
skor 86,7% dan uji keterbacaan buku memperoleh skor 90,5% dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa buku referensi yang dikembangkan layak untuk
diimplementasikan sebagai sumber informasi masyarakat.
Tidak tersedia versi lain