Text
SKRIPSI STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN AIR SUNGAI PROGO MAGELANG UNTUK VIDEO DOKUMENTER
Sungai Progo merupakan salah satu sungai yang dimanfaatkan oleh
masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti irigasi pertanian, pertambangan pasir,
kegiatan industri, perikanan, dan kebutuhan domestik. Beragam aktivitas tersebut
berpotensi menurunkan kualitas air akibat masuknya limbah dan perubahan kondisi
habitat perairan. Penurunan kualitas air dapat memengaruhi keseimbangan
ekosistem, sehingga diperlukan pemantauan secara berkala menggunakan
bioindikator. Salah satu organisme yang banyak digunakan sebagai bioindikator
adalah makrozoobentos karena memiliki mobilitas yang rendah, siklus hidup relatif
panjang, serta tingkat toleransi yang berbeda terhadap perubahan kualitas
lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan
indeks keanekaragaman makrozoobentos sebagai bioindikator pencemaran air di
Sungai Progo Magelang serta mengembangkan hasil penelitian menjadi video
dokumenter sebagai sumber informasi bagi masyarakat.Penelitian ini menggunakan
metode campuran (mixed methods), yaitu penelitian deskriptif eksploratif dan
penelitian pengembangan (Research and Development). Pengambilan sampel
dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan
yang mewakili karakteristik aktivitas di sekitar Sungai Progo. Parameter
lingkungan yang diukur meliputi suhu, substrat, pH, oksigen terlarut (Dissolved
Oxygen/DO), dan kecepatan arus. Pengembangan video dokumenter menggunakan
model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), namun penelitian dibatasi
hingga tahap develop.
Hasil
penelitian
menunjukkan bahwa ditemukan 12 spesies
makrozoobentos yang tergolong ke dalam tiga filum. Filum Arthropoda terdiri atas
7 spesies, yaitu Gerris sp., Parathelphusa, Agriocnemis, Anax, Palaemon,
Ictinogomphus, dan Baetis sp. Filum Mollusca terdiri atas 4 spesies, yaitu
Melanoides sp., Thiara, Pila ampullacea, dan Physella acuta, sedangkan filum
Platyhelminthes terdiri atas 1 spesies, yaitu Planaria sp. Nilai indeks
keanekaragaman (H') pada ketiga stasiun termasuk kategori sedang, yaitu sebesar
1,80 pada stasiun satu, 1,25 pada stasiun dua, dan 1,90 pada stasiun tiga. Hasil
pengukuran parameter lingkungan menunjukkan bahwa suhu, substrat, pH, dan DO
masih sesuai dengan baku mutu kualitas air, sedangkan kecepatan arus berkisar
antara 0,5–1,1 m/s sehingga belum sesuai dengan kisaran optimum bagi beberapa
jenis makrozoobentos. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa video
dokumenter yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak.
Tidak tersedia versi lain