Text
SKRIPSI ANALISIS KOMPARATIF ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN PONDASI DAN SLOOF ANTARA QUANTITY TAKE-OFF BIM 5D BERBASIS AHSP DAN METODE KONVENSIONAL BERBASIS KOEFISIEN AKTUAL LAPANGAN
Industri konstruksi di Indonesia berkembang pesat, salah satunya pada
pembangunan perumahan skala kecil-menengah dengan tipe bangunan repetitif
seperti tipe 36, 45, dan 55. Estimasi biaya yang akurat dibutuhkan untuk
menentukan kelayakan proyek, dan mencegah pembengkakan biaya. Namun,
metode Quantity Take-Off (QTO) konvensional di lapangan seringkali
menghasilkan kesalahan perhitungan volume yang tumpang tindih atau item
pekerjaan yang terlewat, sehingga memicu pembengkakan biaya (cost overrun).
Penelitian ini menerapkan konsep Building Information Modelling (BIM)
5D dengan memanfaatkan Autodesk Revit sebagai metode alternatif dalam proses
Quantity Take-Off (QTO) berbasis model digital. Penelitian bertujuan
membandingkan hasil perhitungan volume pekerjaan antara metode konvensional
dan BIM 5D, membandingkan koefisien tenaga kerja dan bahan berdasarkan
Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dengan koefisien aktual hasil pengamatan
lapangan menggunakan metode time study, serta membandingkan Rencana
Anggaran Biaya (RAB) yang dihasilkan dari kedua pendekatan pada pekerjaan
pondasi dan sloof untuk tiga tipe rumah. Penyusunan estimasi biaya mengacu pada
Peraturan Menteri PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan
Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi.
Hasil penelitian menunjukkan selisih volume pekerjaan antara metode
konvensional dan BIM 5D berkisar antara -9,87% hingga 14,42%, dengan BIM 5D
mampu menghitung volume secara lebih presisi terutama pada pekerjaan
bergeometri kompleks seperti tulangan dan bekisting. Ditemukan pula selisih
signifikan antara koefisien AHSP dan koefisien aktual lapangan metode time study,
di mana produktivitas tenaga kerja di lapangan umumnya lebih tinggi dari asumsi
standar AHSP, sementara kebutuhan beberapa bahan seperti kerikil justru lebih
besar dari yang diasumsikan. Secara keseluruhan, RAB hasil BIM 5D (berbasis
AHSP) konsisten lebih besar dibandingkan RAB berbasis data aktual lapangan,
dengan selisih -23,7% hingga 52,93%, menunjukkan bahwa koefisien standar
nasional bersifat konservatif dibandingkan kondisi riil pelaksanaan di lapangan.
Tidak tersedia versi lain