Text
SKRIPSI ANALISIS SISTEM DINAMIK PADA OPERASIONAL DAN PENDAPATAN ANGKOT DI KOTA MAGELANG
Program JEMPOL mengalihkan 27 unit angkot reguler di Kota Magelang
menjadi armada antar-jemput pelajar dengan insentif Rp144.000/unit/hari,
kebijakan yang berisiko menurunkan pendapatan sopir reguler sehingga dianalisis
menggunakan sistem dinamik (CLD dan SFD) yang disimulasikan dengan Vensim
PLE selama 60 bulan. Hasil baseline menunjukkan pola overshoot and collapse,
Armada Reguler menyusut dari 138 menjadi 2,43 unit (turun 98,2%) pada bulan ke
60, dan Rasio Pendapatan Sopir turun dari 0,250 menjadi 0,046, menembus ambang
kritis 0,15 pada bulan ke-25. Skenario kenaikan Tarif Reguler +10% hingga +50%
konsisten memperbaiki keberlanjutan, dengan titik krusial pada +20% yang
pertama kali membawa rasio pendapatan bertahan di atas ambang kritis, sehingga
armada tersisa melonjak dari 18,88 menjadi 83,49 unit. Perubahan alokasi awal
armada tidak berpengaruh signifikan karena penyebab utama penyusutan adalah
faktor internal JEMPOL. Disimpulkan angkot reguler rentan struktural terhadap
ekspansi JEMPOL, dan solusi paling efektif adalah kenaikan tarif minimal +20%
dikombinasikan dengan pengendalian laju konversi armada.
Tidak tersedia versi lain