Text
SKRIPSI IDENTIFIKASI HAMBATAN PENGGUNAAN TRANSPORTASI UMUM
Kemacetan lalu lintas dan rendahnya minat masyarakat menggunakan transportasi umum menjadi
masalah utama di kota-kota besar Indonesia, termasuk Kota Tangerang. Penelitian terdahulu
mengenai pemilihan moda umumnya deskriptif dan hanya mengandalkan satu teknik analisis,
sehingga belum mengungkap faktor penghambatnya. Penelitian bertujuan mengidentifikasi
karakteristik sosiodemografi, pola perjalanan, faktor penghambat utama, serta besarnya
pengaruhnya. Penelitian kuantitatif potong lintang melibatkan 718 responden di Kota Tangerang
melalui purposive random sampling. Kerangka The Theory of Planned Behavior, diperluas dengan
tiga konstruk kontekstual (kekhawatiran ekonomi, kurangnya dukungan otoritas, dan kepedulian
lingkungan), dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Partial Least
Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Dari 19 hipotesis, 11 diterima. Sikap, norma
subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh positif signifikan terhadap keengganan berperilaku,
dengan kekhawatiran ekonomi dan kurangnya dukungan otoritas sebagai anteseden dominan,
sementara karakteristik sosioekonomi dan pola perjalanan tidak signifikan. Hambatan transportasi
umum lebih dipengaruhi faktor psikologis-struktural, sehingga kebijakan perlu difokuskan pada
penguatan sikap, dukungan regulasi, dan infrastruktur, bukan segmentasi demografis.
Tidak tersedia versi lain