Text
SKRIPSI PEMODELAN SISTEM DINAMIK KEBERLANJUTAN OPERASIONAL ANGKUTAN KOTA PROGRAM JEMPOL BERBASIS SKEMA SUBSIDI DAN DUAL-FUNCTION DI KOTA MAGELANG
Angkutan kota konvensional di berbagai kota Indonesia menurun akibat pergeseran ke kendaraan
pribadi dan layanan berbasis aplikasi, termasuk di Kota Magelang, sehingga pemerintah setempat
meluncurkan program JEMPOL berbasis subsidi harian dan skema dual-function, namun keber
lanjutan operasional dan dampak lingkungannya belum diuji sistematis. Penelitian ini bertujuan
menganalisis perilaku sistem JEMPOL pada kondisi awal, mengkaji pengaruh perubahan subsidi
dan tarif, serta menyusun konfigurasi kebijakan optimal dalam horizon 60 bulan. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif pemodelan sistem dinamik melalui diagram kausal dan dia
gram stok-alir menggunakan perangkat lunak Vensim, dengan lokasi di Kota Magelang. Pada kon
disi awal, armada tumbuh dari 27 menjadi 83 unit dan pengguna meningkat dari 398 menjadi 1.699
pelajar dalam 60 bulan. Konfigurasi optimal berupa subsidi Rp180.000 dan tarif Rp6.000
menghasilkan pendapatan bersih sopir sekitar Rp3.633.634 per bulan, rasio pendapatan sopir 0,416,
serta pengurangan emisi harian 620,5 kilogram karbon dioksida. Temuan ini menunjukkan program
JEMPOL berpotensi berkelanjutan apabila subsidi dan tarif komersial dikelola seimbang.
Tidak tersedia versi lain