Text
SKRIPSI KARAKTERISASI SISTEM TERPADU PENGENDALIAN GAS BUANG INCINERATOR MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)
Penggunaan incinerator sebagai metode pengolahan limbah berpotensi menghasilkan emisi partikulat, gas pencemar, dan logam berat yang dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pengendalian emisi terpadu yang terdiri atas cyclone, wet scrubber dengan ekstrak cangkang kerang hijau, serta dry scrubber kombinasi dari karbon aktif dan zeolit menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan menggunakan ANSYS Fluent dengan pendekatan Species Transport dan Discrete Phase Model (DPM) untuk mengevaluasi distribusi polutan, konsentrasi emisi, serta kesesuaian hasil terhadap baku mutu emisi incinerator di Indonesia. Hasil simulasi menunjukkan konsentrasi emisi pada outlet cerobong sebesar 8,98 mg/Nm³ untuk partikulat, 13,06 mg/Nm³ untuk SO₂, 80,42 mg/Nm³ untuk NO₂, 0,32 mg/Nm³ untuk HF, 2,46 mg/Nm³ untuk CO, dan 9,33 mg/Nm³ untuk HCl, sedangkan CH₄, As, dan Hg tidak terdeteksi pada outlet cerobong. Konsentrasi logam berat lainnya juga berada pada nilai yang sangat rendah, yaitu Cd sebesar 0,0000144 mg/Nm³, Cr sebesar 0,000598 mg/Nm³, Pb sebesar 0,0000232 mg/Nm³, dan Tl sebesar 0,0000232 mg/Nm³. Selain itu, nilai opasitas gas buang sebesar 0,318%. Seluruh parameter hasil simulasi memenuhi baku mutu emisi incinerator yang berlaku di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian emisi terpadu berbasis cyclone, wet scrubber dengan CaCO₃ dari cangkang kerang hijau, serta dry scrubber dari karbon aktif dan zeolit berpotensi menjadi alternatif pengendalian emisi yang efektif dan ramah lingkungan.
Tidak tersedia versi lain