Text
SKRIPSI EVALUASI RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RSU AISYIYAH MUNTILAN)
Proyek pembangunan Gedung RSU Aisyiyah Muntilan mengalami
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar 1,77% dari jadwal yang telah
direncanakan. Keterlambatan tersebut berpotensi mengganggu pencapaian target
waktu proyek apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang dapat
menyebabkan keterlambatan adalah risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
yang tidak terkendali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi risiko K3 yang menyebabkan keterlambatan proyek, menganalisis
pengaruh risiko K3 terhadap keterlambatan, menentukan tingkat dan peringkat
risiko, serta menyusun mitigasi pengendalian yang efektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan
pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi lapangan. Kuesioner
pendahuluan digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen,
sedangkan kuesioner utama digunakan untuk memperoleh data penelitian. Analisis
pengaruh risiko K3 terhadap keterlambatan dilakukan menggunakan regresi linear
sederhana dengan bantuan SPSS. Tingkat risiko dianalisis menggunakan Severity
Index (SI), kemudian risiko yang termasuk dalam kategori tinggi dianalisis
menggunakan Bow-Tie Analysis untuk mengidentifikasi faktor penyebab (threat),
kejadian utama (top event), konsekuensi (consequences), serta pengendalian dan
strategi mitigasi risiko.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 variabel risiko K3 yang berpotensi
menyebabkan keterlambatan proyek. Analisis regresi menghasilkan nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,563, yang menunjukkan bahwa 56,3% variasi
keterlambatan proyek dipengaruhi oleh risiko K3. Hasil analisis Severity Index (SI)
menunjukkan 13 variabel berkategori risiko tinggi dan 9 variabel berkategori risiko
sedang. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Bow-Tie Analysis menghasilkan
rekomendasi mitigasi berupa peningkatan pengawasan K3, inspeksi dan
pemeliharaan alat secara berkala, optimalisasi penggunaan alat pelindung diri
(APD), pelaksanaan safety briefing, serta peningkatan pelatihan dan sosialisasi K3
guna meminimalkan keterlambatan proyek.
Tidak tersedia versi lain