Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN KULIT SINGKONG TERHADAP PENURUNAN BAKTERI COLIFORM DAN KEAMANAN KADAR SIANIDA (HCN) PASCA-TREATMENT PADA MATA AIR
Pencemaran mata air oleh bakteri Coliform akibat bangkai hewan, limpasan air hujan, atau
rembesan tinja septic tank disekitar kawasan pemukiman menjadi permasalahan serius karena dapat
menurunkan kualitas air bersih dan menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat. Penggunaan
koagulan kimia terus-menurus dalam pengolahan air berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan dan biaya relatif lebih mahal, sehingga kulit singkong dipilih sebagai alternatif koagulan
alami karena ketersediaannya melimpah, ramah lingkungan dan mengandung senyawa fenolik.
Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas biokoagulan kulit singkong dalam menurunkan kadar
bakteri Coliform serta mengevaluasi keamanan kadar sianida pada air pasca-treatment koagulasi
dan flokulasi.
Eksperimen dirancang dengan metode Taguchi yang dikombinasikan dengan Grey Relational
Analysis menggunakan orthogonal array L9 dengan dua replikasi pada tiga faktor yaitu dosis
biokogulan, kecepatan pengadukan flokulasi, dan waktu pengadukan flokulasi. Optimasi respon
tunggal dilakukan dengan Signal to Noise Ratio (Smaller is Better) dan Optimasi multi-respon
dengan Grey Relational Analysis untuk menggabungkan kedua respon menjadi satu nilai Grey
Relational Grade, dilengkapi Analysis of Variance untuk mengidentifikasi faktor paling dominan..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa koagulan kulit singkong mampu menurunkan kadar
Coliform sebesar 83,4%, serta dapat menurunkan kadar sianida sebesar 93,2%. Hasil Analysis of
Variance mengungkapkan bahwa kecepatan flokulasi merupakan faktor yang memberikan
kontribusi paling dominan dan berpengaruh signifikan terhadap pencapaian kondisi optimal
gabungan, dibandingkan dengan dosis biokoagulan dan waktu pengadukan flokulasi. Pada
penelitian ini menunjukkan bahwa koagulan kulit singkong signifikan dalam mengurangi kadar
Coliform dan sianida pada air bersih.
Tidak tersedia versi lain