Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI KONFIGURASI LAMINAT TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KOMPOSIT KAYU MAHONI - BAMBU APUS DENGAN PEREKAT POLYURETHANE
Kebutuhan akan material struktural yang kuat, efisien, dan berkelanjutan mendorong
pengembangan komposit kayu-bambu melalui metode laminasi yang mengombinasikan
kekuatan tarik bambu dan kestabilan dimensi kayu. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh variasi konfigurasi laminat pada balok komposit kayu mahoni-bambu apus
dengan perekat Polyurethane terhadap kinerja lentur serta menentukan konfigurasi yang
paling optimal.
Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Struktur Teknik Sipil
Universitas Tidar menggunakan empat variasi konfigurasi laminat, yaitu A, B, C, dan D,
dengan tiga benda uji pada setiap variasi. Pengujian lentur dilakukan menggunakan metode
Third-Point Loading berdasarkan ASTM D198-08 dan SNI 03-3959-1995. Parameter yang
dianalisis meliputi Modulus of Rupture (MoR), Modulus of Elasticity (MoE), dan kekakuan
lentur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konfigurasi laminat berpengaruh
signifikan terhadap MoE, tetapi tidak signifikan terhadap MoR. Variasi A dengan susunan
mahoni-apus-apus-apus-apus memberikan kinerja terbaik dengan MoR 40,35 MPa, MoE
8708,9 MPa, dan kekakuan 962,9 N/mm.
Tidak tersedia versi lain