Text
SKRIPSI PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI MATH ANXIETY
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan
penting, sebab melalui prosesnya, siswa memperoleh pengalaman, pengetahuan,
dan keterampilan untuk menghadapi masalah baru. Namun faktanya, di Indonesia
masih tergolong rendah yang terlihat dari beberapa penelitian sebelumnya. Kondisi
tersebut juga ditemukan pada siswa SMP Negeri 1 Windusari yang memiliki skor
rata-rata tes kemampuan awal pemecahan masalah matematis sebesar 60 dari skor
maksimal 100. Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa pembelajaran
kooperatif yang diterapkan belum memberikan hasil optimal, sedangkan
wawancara dengan siswa mengungkapkan adanya math anxiety.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan model
pembelajaran make a match dan small group discussion. Penelitian ini juga
bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah
matematis siswa berdasarkan kategori math anxiety. Selain itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis interaksi antara model pembelajaran dan math anxiety
terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain
nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah
seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Windusari, dengan sampel kelas VIII A dan
VIII B yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian
meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, angket math anxiety, dan tes
kemampuan pemecahan masalah matematis. Data awal dianalisis menggunakan uji
prasyarat berupa uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji
homogenitas dengan uji Bartlett serta uji kesamaan rerata dengan uji Independent
Sample t-Test. Sedangkan data akhir dianalisis dengan uji prasyarat, anava dua jalan,
dan uji lanjut pasca anava.
Tidak tersedia versi lain