Text
SKRIPSI STUDI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN EPIFIT POHON PINUS (PINUS MERKUSII) DI KAWASAN KEBUN RAYA GUNUNG TIDAR SEBAGAI BUKU REFERENSI
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya tumbuhan
epifit yang berperan penting dalam ekosistem sebagai penyedia habitat mikro,
penyimpan air dan nutrien, serta bagian dari komunitas tumbuhan. Keberadaan
tumbuhan epifit di Kebun Raya Gunung Tidar (KRGT), khususnya yang tumbuh
pada pohon pinus (Pinus merkusii), belum terdokumentasi dan terinventarisasi.
Selain itu, belum tersedia sumber informasi yang secara khusus memuat
keanekaragaman tumbuhan epifit pada pohon pinus di kawasan KRGT. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman tumbuhan epifit pada pohon
Pinus merkusii, mengetahui tingkat indeks keanekaragamannya, serta mengetahui
kelayakan buku referensi yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian.
Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) yang terdiri atas tahap
eksplorasi dan Research and Development (R&D). Tahap eksplorasi menggunakan
metode deskriptif eksploratif dengan teknik purposive sampling dan metode transek
berpetak pada tiga stasiun penelitian di Zona C KRGT. Identifikasi tumbuhan
dilakukan berdasarkan karakter morfologi hingga tingkat genus atau spesies. Data
dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman serta indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener. Tahap pengembangan menggunakan model 4
D yang dibatasi sampai tahap Develop. Kelayakan buku referensi dinilai melalui
validasi ahli materi, ahli media, dan uji respon pengguna. Hasil penelitian
menunjukkan ditemukan 17 spesies tumbuhan epifit dengan total 995 individu yang
terdiri atas kelompok Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta. Kelompok
Pteridophyta merupakan kelompok yang paling dominan, dengan Haplopteris
ensiformis sebagai spesies dengan jumlah individu tertinggi, sedangkan
Spermatophyta memiliki jumlah individu paling sedikit. Nilai indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener tumbuhan epifit pada Zona C sebesar 1,10 dan
termasuk kategori sedang. Buku referensi yang dikembangkan memperoleh
persentase kelayakan sebesar 89,5% dari ahli materi dan 85,7% dari ahli media,
keduanya termasuk kategori sangat layak. Hasil uji respon pengguna memperoleh
persentase sebesar 85% dengan kategori baik. Dengan demikian, kawasan Zona C
KRGT memiliki keanekaragaman tumbuhan epifit pada pohon Pinus merkusii
dalam kategori sedang, dan buku referensi yang dikembangkan dinyatakan sangat
layak serta dapat digunakan sebagai sumber informasi berbasis potensi lokal
mengenai keanekaragaman tumbuhan epifit di KRGT.
Tidak tersedia versi lain