Text
SKRIPSI HEGEMONI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM CERITA KEMBALI PULANG PADA NOVEL BANDARA, STASIUN DAN TAHUN-TAHUN SETELAHNYA KARYA ERINE DELYERE DAN SKYSPHIRE SERTA IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN TEKS CERPEN DI SMA
Penelitian ini berangkat dari kesenjangan kajian sosiologi sastra Indonesia yang selama ini cenderung berhenti pada deskripsi fenomena sosial tanpa menjelaskan mekanisme ideologis di baliknya. Kesenjangan lain juga muncul dari minimnya kajian yang mengintegrasikan analisis konstruksi ideologis, posisi subaltern, ideologi dominan dan terdominasi, serta proses negosiasi ideologi dalam satu kerangka yang utuh dan mekanistik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konstruksi ideologis membentuk relasi dominasi dan subordinasi antartokoh, pertarungan ideologi dominan dan terdominasi melalui konflik nilai tokoh, serta proses dan hasil negosiasi ideologi yang dilakukan tokoh terdominasi dalam cerita "Kembali Pulang" pada novel Bandara, Stasiun, dan Tahun-Tahun Setelahnya karya Erine Delyere dan Skysphire. Penelitian ini menggunakan kerangka teori hegemoni Antonio Gramsci, yang memandang dominasi kelompok berkuasa tidak semata-mata bertumpu pada kekerasan fisik, melainkan pada kemampuan memperoleh persetujuan aktif kelompok terdominasi melalui mekanisme ideologis dan kultural. Konsep-konsep utama yang digunakan meliputi hegemoni, konstruksi ideologis kelas sosial, subaltern, ideologi dominan dan terdominasi, serta negosiasi ideologi. Kelima konsep tersebut secara bersama-sama memungkinkan penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi fenomena sosial dalam teks, tetapi juga menjelaskan mekanisme ideologis yang melatarbelakangi kemunculannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap cerita "Kembali Pulang", kemudian dianalisis secara berlapis dari deskripsi faktual menuju interpretasi teoretis berdasarkan kerangka hegemoni Gramsci. Keabsahan data dalam penelitian ini diuji melalui triangulasi data, yaitu dengan mengonfirmasikan hasil identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data kepada ahli di bidang sosiologi sastra dan kajian hegemoni Gramsci di luar dosen pembimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi ideologis menempatkan Tama pada posisi kelas subordinat yang sadar akan ketimpangan namun tidak melawan, sementara Arumi berada pada posisi subaltern yang menerima tuduhan tanpa mampu membantah. Ideologi dominan berupa kesuksesan material, kontrol keluarga, dan logika pasar mengalahkan ideologi terdominasi berupa seni sebagai ekspresi otentik melalui konsensus dan legitimasi kultural, bukan kekerasan fisik. Negosiasi Arumi lewat penarikan diri dan Tama lewat resistensi parsial sama-sama berakhir gagal akibat keterbatasan sumber daya dan internalisasi dominasi. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pengembangan handout pembelajaran teks cerpen kelas XI SMA, sehingga kajian sastra ini tidak hanya bernilai teoretis, tetapi juga bermakna dalam konteks pendidikan.
Tidak tersedia versi lain