Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI SETTING PANJANG SUCK BACK TERHADAP CACAT SILVER STREAKS PADA PRODUK BOOT SHIFT LEVER
Proses injection molding merupakan salah satu metode manufaktur yang banyak digunakan untuk menghasilkan komponen plastik dengan kualitas tinggi. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada proses ini adalah cacat silver streaks, yaitu garis-garis berwarna putih atau keperakan pada permukaan produk yang menurunkan kualitas visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi panjang suck back (screw decompression) terhadap luas cacat silver streaks, frekuensi kemunculan cacat, dan menentukan panjang suck back yang optimal pada produk boot shift lever berbahan ABS. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan panjang suck back sebesar 11 mm, 12 mm, 13 mm, 14 mm, dan 15 mm, sedangkan parameter proses lainnya dijaga konstan. Pengujian dilakukan menggunakan mesin injection molding NISSEI FN3000-25A dengan total 120 spesimen. Luas cacat diukur menggunakan perangkat lunak Image-J, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson Product Moment, regresi linier sederhana, koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang suck back memiliki hubungan sangat kuat terhadap luas cacat silver streaks dengan nilai korelasi r1 = 0,93, koefisien determinasi 86,49%, persamaan regresi Ŷ1 = −127,81 + 12,55X, serta hasil uji thitung= 4,38 > ttabel= 3,18, sehingga berpengaruh signifikan terhadap luas cacat. Adapun pada frekuensi cacat, diperoleh nilai korelasi r2 = 0,85 dengan koefisien determinasi 72,25% dan persamaan regresi Ŷ2 = −27,58 + 3,34X, namun hasil uji menunjukkan thitung = 2,79 < ttabel = 3,18, sehingga hubungan tersebut belum signifikan secara statistik. Berdasarkan kedua hasil tersebut, parameter suck back 11 mm merupakan kondisi paling optimal karena menghasilkan luas cacat terkecil 8,14 mm² dan frekuensi cacat terendah 8,3% (2 produk NG).
Tidak tersedia versi lain