Text
SKRIPSI PREDIKSI RUGI-RUGI DAYA PADA GARDU INDUK AKIBAT PENGARUH KENAIKAN TEMPERATURE LINGKUNGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE FEMM
Pertumbuhan kebutuhan energi listrik menuntut keandalan tinggi pada sistem
transmisi, khususnya gardu induk. Penyaluran arus kontinu pada peralatan gardu
induk menghasilkan rugi-rugi daya konduktif (????2???? ????????????????????????) yang dipengaruhi oleh
kenaikan temperatur lingkungan (ambient temperature) akibat fenomena iklim
seperti El Niño. Penelitian ini bertujuan memprediksi peningkatan rugi-rugi daya
konduktif dan menganalisis karakteristik aliran arus pada komponen utama Bay
Bawen Gardu Induk 150 kV Secang menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite
Element Method) melalui perangkat lunak FEMM. Simulasi dilakukan pada arus
konstan 489 A dengan variasi temperatur dari kondisi aktual lapangan (22,7°C)
hingga kondisi panas ekstrem (35°C). Hasil perhitungan teoritis menunjukkan
resistansi intrinsik material meningkat secara linier seiring kenaikan temperatur.
Kondisi ini menyebabkan rugi-rugi daya meningkat pada suhu 35°C: konduktor
Zebra naik dari 7,03 W/m menjadi 7,38 W/m, busbar naik dari 6,36 W/m menjadi
6,67 W/m, dan klem sambungan (asumsi tahanan kontak 10 ????Ω) naik dari 3,39
W/m menjadi 3,44 W/m. Hasil density plot simulasi FEMM menunjukkan gradasi
warna potensial listrik yang merata, menandakan arus mengalir secara homogen
pada geometri ideal tanpa adanya konsentrasi rapat arus lokal (hotspot). Validasi
model menunjukkan akurasi tinggi dengan galat (error) terkecil pada konduktor
(0,215%–0,314%), diikuti busbar (7,39%–7,55%), dan galat terbesar pada klem
(10,10%–13,17%) akibat kompleksitas geometri, namun seluruhnya masih berada
dalam batas toleransi aman riset kelistrikan.
Tidak tersedia versi lain