Text
SKRIPSI EVALUASI IN VITRO DAUN NANGKA, BAMBU, DAN KERSEN SEBAGAI PAKAN PADA NILAI pH, NH3, DAN POPULASI PROTOZOA
ABSTRAK
RENI SEPTIYANINGSIH. Evaluasi In Vitro Daun Nangka, Bambu, dan Kersen sebagai Pakan pada Nilai pH, NH3, dan Populasi Protozoa. LILIS HARTATI dan RAHMA WULAN IDAYANTI.
Ketersediaan hijauan konvensional yang fluktuatif akibat pengaruh musim kemarau mendorong perlunya pemanfaatan pakan lokal alternatif yang kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian pakan alternatif berupa daun nangka, bambu, dan kersen terhadap variabel pH, konsentrasi NH3, dan populasi protozoa cairan rumen. Metode penelitian menggunakan observasi laboratorium non-eksperimental dengan 6 kali ulangan untuk setiap sampel daun pakan. Data hasil pengamatan diolah menggunakan analisis statistik deskriptif ratarata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daun nangka menunjukkan nilai pH sebesar 6,36±0,02, konsentrasi NH3 sebesar 13,08±1,32 mM, dan populasi protozoa sebanyak 4,5±1,87 × 10⁵ sel/ml. Hasil in vitro daun bambu menghasilkan nilai pH sebesar 6,52±0,02, konsentrasi NH3 sebesar 21,33±1,66 mM, dan populasi protozoa sebanyak 2,4±1,34 × 10⁵ sel/ml. Sementara hasil in vitro daun kersen memiliki nilai pH sebesar 6,20±0,03, konsentrasi NH3 sebesar 5,25±1,37 mM, dan populasi protozoa sebesar 3,5±1,57 × 10⁵ sel/ml. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan daun bambu, daun nangka, dan daun kersen mampu menjaga stabilitas ekosistem internal cairan rumen dalam kisaran normal yang aman dan ideal bagi mikroba, serta memiliki prospek potensial sebagai sumber pakan hijauan alternatif pada pemeliharaan ternak ruminansia
Kata kunci: Daun bambu, Daun kersen, Daun nangka, Fermentabilitas, In Vitro
Tidak tersedia versi lain