Text
UJI KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAUN SALAK (Salacca zalacca) YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma harzianum
ABSTRAK
FARA AULIA. Uji Kecernaan Bahan Kering dan Kecernaan Bahan Organik Daun Salak (Salacca zalacca) yang Difermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum. Dr. Lilis Hartati, S.Pt., M.P. dan Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.
Daun salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif ruminansia, namun memiliki kandungan serat kasar yang tinggi sehingga nilai kecernaannya rendah. Fermentasi menggunakan Trichoderma harzianum merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan daun salak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fermentasi daun salak menggunakan Trichoderma harzianum terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi Trichoderma harzianum 0% (P0), 3% (P1), 6% (P2), dan 9% (P3). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan analisis polinomial ortogonal pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma harzianum berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik daun salak. Perlakuan Trichoderma harzianum 6% (P2) menghasilkan nilai kecernaan bahan kering tertinggi sebesar 49,67%, sedangkan nilai kecernaan bahan organik pada dosis 9% (57,40%) tidak berbeda nyata dengan dosis 6% (57,16%). Dengan demikian, fermentasi daun salak menggunakan Trichoderma harzianum dosis 6% merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas daun salak sebagai bahan pakan alternatif berdasarkan nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik.
Kata kunci: Daun salak, fermentasi, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, Trichoderma harzianum.
Tidak tersedia versi lain