PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

SKRIPSI DETEKSI KASUS CACING HATI(Fasciola sp) PADA SAPI POTONG DI RUMAH POTONG HEWAN (RPH) KOTA MAGELANG MELALUI PEMERIKSAN ANTE-MORTEM DAN POST-MORTEM

EKO AHMAD HIDAYAT - Nama Orang;

ABSTRAK
EKO AHMAD HIDAYAT. Deteksi Kasus Cacing Hati (Fasciola Sp) pada Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Magelang Melalui Pemeriksaan Ante-mortem dan Post-mortem. TRI PUJI RAHAYU, S.Pt.,M.P dan LABIB ABDILLAH, S.Pt., M.Sc.
Penyakit cacing hati (Fasciola sp.) merupakan salah satu penyakit parasit pada sapi potong yang dapat menyebabkan kerusakan hati, menurunkan produktivitas ternak, serta mengurangi keamanan pangan asal hewan. Penelitian ini bertujuan mendeteksi kasus cacing hati (Fasciola sp.) pada sapi potong di Rumah Potong Hewan Kota Magelang melalui pemeriksaan ante-mortem dan postmortem serta mendeskripsikan karakteristik ternak yang terinfeksi. Penelitian menggunakan metode studi kasus instrumental tunggal dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 171 ekor sapi potong. Pemeriksaan ante-mortem meliputi pencatatan identitas ternak, pengamatan kondisi fisik, dan pemeriksaan feses menggunakan metode apung, sedangkan pemeriksaan post-mortem dilakukan melalui inspeksi, palpasi, dan insisi organ hati. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 25 organ hati (14,62%) terinfeksi Fasciola sp., sedangkan 146 organ hati (85,38%) dalam kondisi normal. Pemeriksaan feses pada sapi yang terkonfirmasi positif menunjukkan 21 sampel (84%) mengandung telur Fasciola sp. dan 4 sampel (16%) negatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan post-mortem lebih akurat dalam mendeteksi kasus cacing hati karena mampu mengidentifikasi secara langsung cacing dewasa dan perubahan patologis organ hati, sedangkan pemeriksaan ante-mortem berfungsi sebagai pemeriksaan pendukung. Kombinasi kedua metode meningkatkan efektivitas pengawasan kesehatan hewan di Rumah Potong Hewan.
Kata kunci: ante-mortem; Fasciola sp.; post-mortem; Rumah Potong Hewan; sapi potong.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi (PETERNAKAN) PETERNAKAN HID D 2026
77-UN57.U1-SPT-VIII-2026
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PETERNAKAN HID D 2026
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 2026
Deskripsi Fisik
XIV;53HAL;29.5CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
636
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PRODI_S1_PETERNAKAN
FAKULTAS_FAPERTA
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?