PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

SKRIPSI PENGARUH TINGKAT KELEMBAPAN MESIN TETAS MANUAL TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO DAN DAYA TETAS TELUR ITIK PEKING (Anas Platyrhynchos Domestica)

BAGAS DWI AJI SAPUTRA - Nama Orang;

ABSTRAK
BAGAS DWI AJI SAPUTRA. Pengaruh Tingkat Kelembapan Mesin Tetas Manual terhadap Perkembangan Embrio dan Daya Tetas Telur Itik Peking (Anas Plathyrynchos Domestica). Dibimbing oleh Dr. SRI SETYANINGRUM, S.Pt., M.Si. dan GALY HARDYTA, S.Pt., M.Sc.
Permasalahan penetasan telur itik Peking yaitu daya tetas rendah disebabkan tingkat kelembapan yang belum sesuai. Kelembapan merupakan kebutuhan penting bagi perkembangan embrio telur yang ditetaskan. Kelembapan yang tidak sesuai mengakibatkan embrio mengalami abnormalitas dan kematian sehingga daya tetasnya rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tingkat kelembapan mesin tetas manual terhadap perkembangan embrio dan daya tetas telur itik Peking. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P1 (60-65%), P2 (65-70%), P3 (70-75%), P4 (75-80%.), dan P5 (80-85%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelembapan memengaruhi perkembangan embrio, nilai kematian embrio, dead in shell, dan daya tetas. Perkembangan embrio dominan normal P3 dan dominan abnormal P1 dan P5, kematian embrio P5 tertinggi 35,00% dan terendah P3 15,00%. Dead in shell tertinggi P1 12,50% dan terendah P3, P4, dan P5 00,00%. Daya tetas tertinggi P3 85,00% dan terendah P5 65,00%. Kelembapan rendah P1 meningkatkan dead in shell sedangkan kelembapan tinggi P5 meningkatkan kematian embrio, kelembapan paling optimal P3 meningkatkan perkembangan embrio hingga menetas. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat kelembapan memengaruhi perkembangan embrio, kematian embrio, dead in shell, dan daya tetas telur itik Peking menggunakan mesin tetas manual.
Kata kunci: daya tetas, dead in shell, kelembapan, kematian embrio, perkembangan embrio.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi (PETERNAKAN) PETERNAKAN SAP P 2026
43-UN57.U1-SPT-VII-2026
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
PETERNAKAN SAP P 2026
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 2026
Deskripsi Fisik
XVI;53HAL;29.5CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
636
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PRODI_S1_PETERNAKAN
FAKULTAS_FAPERTA
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?