Text
SKRIPSI HUBUNGAN KARAKTER MORFOMETRI TERHADAP BOBOT BADAN DAN BODY CONDITION SCORE KAMBING SAPERA PADA BERBAGAI KELAS UMUR DI PETERNAKAN RAKYAT MAGELANG
ABSTRAK
RYO ICHA HEANDRIAN. Hubungan Karakter Morfometri terhadap Bobot Badan dan Body Condition Score Kambing Sapera pada Berbagai Kelas Umur di Peternakan Rakyat Magelang. Dibimbing oleh FERY DWI RIPTIANINGSIH dan RAHMA WULAN IDAYANTI.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakter morfometri dengan bobot badan dan Body Condition Score (BCS) kambing Sapera pada berbagai kelas umur serta menentukan karakter morfometri yang paling berpengaruh. Penelitian dilakukan pada September–November 2025 di peternakan rakyat kambing Sapera di Magelang. Sampel dikelompokkan menjadi tiga kelas umur, yaitu 2 tahun. Variabel yang diamati meliputi sembilan karakter morfometri, bobot badan, dan BCS. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter morfometri, bobot badan, dan BCS meningkat seiring bertambahnya umur. Karakter morfometri memiliki hubungan positif dengan bobot badan, dengan lingkar dada menunjukkan korelasi tertinggi pada sebagian besar kelompok umur. Analisis regresi menunjukkan bahwa lingkar dada, lingkar leher, dan umur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap bobot badan (Adj R² = 93,1%). Sementara itu, hubungan karakter morfometri dengan BCS relatif lebih rendah, dengan panjang kepala dan lebar kepala sebagai variabel yang paling berpengaruh (Adj R² = 23,6%). Disimpulkan bahwa karakter morfometri dapat digunakan sebagai penduga bobot badan kambing Sapera secara akurat, namun kurang akurat untuk menduga BCS.
Kata kunci: Bobot Badan, Body Condition Score, Kambing Sapera, Morfometri, Umur
Tidak tersedia versi lain