Text
SKRIPSI EVALUASI LIMBAH GERGAJI KAYU SENGON TANPA FERMENTASI DAN DIFERMENTASI TERHADAP PRODUKSI GAS, KcBK, DAN KcBO YANG DIUJI SECARA IN VITRO
ABSTRAK
INDRIA NUR KHASANAH. Evaluasi Limbah Gergaji Kayu Sengon tanpa Fermentasi dan Difermentasi terhadap Produksi Gas, KcBK, dan KcBO yang Diuji secara In Vitro. Dibimbing oleh Dr. LILIS HARTATI, S.Pt., M.P. dan SAFITRI, S.Pt., M.Pt..
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi limbah gergaji kayu sengon menggunakan Trichoderma harzianum 10% dan molase 4% selama 8 hari terhadap produksi gas, kecernaan bahan kering (KcBK), dan kecernaan bahan organik (KcBO) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan dua perlakuan dan 10 ulangan pada masing-masing perlakuan, data yang diperoleh dianalisis melalui uji independent sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil inkubasi in vitro selama 120 jam menunjukkan bahwa fermentasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap produksi gas (SE: 3,393 ± 0,702; SEF: 4,539 ± 0,755 ml/250 mg BK), KcBK (SE: 9,031 ± 1,016%; SEF: 10,564 ± 1,092 %), dan KcBO (SE: 9,400 ± 1,027%; SEF: 11,169 ± 1,328%). Hal ini diduga terjadi karena perubahan komponen nutrisi setelah proses fermentasi. Namun, nilai kecernaan SEF belum optimal karena kandungan serat kasar yang mendominasi meskipun telah terjadi menurunan selama proses fermentasi (70,92% menjadi 57,70%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi menggunakan T. harzianum 10% dan molase 4% selama 8 hari mampu meningkatkan produksi gas dan kecernaan limbah gergaji kayu sengon.
Kata kunci: fermentasi, in vitro gas test, kecernaan, limbah gergaji kayu sengon, Trichoderma harzianum
Tidak tersedia versi lain